Oleh:
Ramadion Syam S.Psi
Bagaimanakah perasaanmu jika anggota keluarga kita yang masih muda
(anak atau adik) yang dibawa ke seorang psikolog karena sudah beberapa
kali berkelahi di sekolah, didiagnosis “memiliki kecenderungan menjadi
psikopat”? Lalu, bagaimanakah perasaanmu ketika kamu membawa anak ini ke
psikolog lain yang mengatakan bahwa “kenakalan”-nya hanyalah sebuah
fase yang akan hilang dengan sendirinya? Dan apa yang akan kamu perbuat
saat kenalan lain yang kamu tahu adalah seorang profesor psikologi
mengatakan bahwa ia tak mengerti apa-apa tentang dunia anak-anak dan tak
bisa membantu anak atau adikmu ini?
Jangan bingung, karena kamu baru saja bertemu dengan tiga orang ahli
psikologi yang memiliki spesialisasi yang berbeda, dan kebingungan ini
adalah (sayangnya) salahmu sendiri.
Seperti di bidang kedokteran, psikologi juga memiliki spesialisasinya
sendiri. Seperti para dokter yang memiliki keahlian khusus untuk
menangani jantung, syaraf, tulang dan lain-lain, spesialisasi di bidang
psikologi membuat para praktisinya memiliki keahlian khusus
masing-masing (dan mungkin nol pengetahuan di area psikologi lainnya).
Seharusnya, para ahli psikologi ini secara otomatis tidak menerima
keluhan-keluhan klien yang bukan keahliannya. Hanya saja, kadang ada
ahli psikologi yang nakal dan menerima semua klien demi uang atau alasan
lain.
Maka, adalah tugas kamu untuk mencari tahu keahlian para praktisi
psikologi ini sebelum datang konseling. Dalam artikel ini Ruang
Psikologi akan menjabarkan keahlian para praktisi psikologi sesuai
dengan cabang yang ada di dunia psikologi (serta penjabaran tambahan
mengenai “tiga Profesi Psikolog di Indonesia” di bagian
Catatan).
Oh ya, artikel ini juga berguna untuk kamu yang merasa tidak memerlukan
bantuan ahli psikologi karena kamu “tidak gila”, di artikel ini kamu
akan menemukan bahwa ada ahli-ahli psikologi yang juga dapat memberikan
manfaat bagi manusia yang sehat. Berikut adalah cabang-cabang di
psikologi dan apa saja kemampuan yang dimiliki para ahlinya:
1. Psikologi Abnormal

Cabang
dari psikologi ini meneliti dan melakukan intervensi kepada
gangguan-gangguan kejiwaan, seperti autisme, perilaku seksual
menyimpang, gangguan kepribadian, dan lain-lain. Tugas mereka adalah
mendiagnosa gangguan apa yang dimiliki seseorang dan melakukan terapi
agar orang tersebut dapat hidup dengan normal di dalam masyarakat.
Biasanya, pandangan masyarakat umum dari sesuatu yang namanya “psikolog”
adalah apa yang digambarkan dari praktisi cabang psikologi ini.
Praktisinya biasanya dikenal dengan sebutan psikolog (klinis), konselor
atau psikoterapis.
Catatan: Psikolog Klinis
adalah profesi yang harus kamu datangi jika memiliki keluarga yang
mengalami gangguan psikologis. Terdapat dua macam Psikolog Klinis, yaitu
mereka yang secara khusus menangani atau mencegah gangguan psikologi
pada ANAK dan mereka yang mengkhususkan diri untuk menangani orang
DEWASA. Untuk kasus yang terdapat di awal artikel ini, sebaiknya anak
tersebut dibawa ke Psikolog Klinis Anak, karena psikolog ini juga akan
mempertimbangkan proses perkembangan anak. Pada beberapa anak, memang
terdapat fase “kenakalan” yang sebenarnya akan hilang dengan sendirinya
seiring dengan makin dewasanya anak. Psikolog Klinis Dewasa akan bekerja
paling efektif jika berhadapan dengan mereka yang sudah hidup dengan
mandiri.
2. Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan mempelajari tentang hal-hal yang membantu atau
menghambat proses mengajar di sekolah. Misalnya, persepsi murid kepada
guru, di mana persepsi ini dapat membantu atau menghalangi murid dalam
menerima materi yang diajarkan. Kadang, ahli psikologi di bidang
pendidikan juga memiliki kemampuan memberikan terapi kepada anak yang
memiliki gangguan psikologis, tapi sebenarnya terapi bukanlah bidang
utama mereka. Sebaiknya, jika anak memiliki gangguan psikologis, anak
tetap dibawa ke ahli psikologi perkembangan atau psikolog klinis.
Catatan: Psikolog Pendidikan
adalah profesi yang tugasnya memastikan siswa di sebuah lembaga
pendidikan dapat menerima materi pelajaran dengan optimal. Ia harus
memastikan kondisi keluarga siswa, kondisi psikologis siswa (motivasi
anak, gaya belajar anak, dan lain-lain), serta kondisi fisik di tempat
belajar tidak akan mengganggu penyerapan materi pelajaran. Untuk kasus
di awal artikel, psikolog pendidikan dapat berperan sebagai orang yang
memberikan diagnosa awal. Tetapi, sebaiknya diagnosa final dan
penanganannya dilakukan oleh psikolog klinis.
3. Psikologi Industri dan Organisasi
Cabang ini meneliti tentang kondisi terbaik agar karyawan di sebuah
perusahaan dapat bekerja dengan maksimal, mulai dari kondisi fisik dari
tempat bekerja sampai dengan kondisi psikologis karyawan. Tema yang
dibahas oleh ahli di bidang ini mulai dari tingkat terangnya cahaya di
tempat kerja, interaksi karyawan-atasan, motivasi karyawan, kepuasan
kerja sampai dengan penanganan masalah di rumah yang dapat mengganggu
performa di tempat kerja.
Catatan: Psikolog Industri dan Organisasi
adalah profesi yang biasanya bekerja di Human Resource Department.
Mereka berfungsi untuk mencari orang dengan bakat yang paling cocok
untuk sebuah jabatan, memberi pelatihan agar skill karyawan
makin terasah, sampai mendeteksi karyawan yang memiliki gangguan
psikologi. Tentu psikolog dari cabang ini sangat tidak cocok untuk
menangani kasus seperti yang dijabarkan di awal artikel. Bahkan, seperti
yang dijabarkan di awal artikel juga, mungkin mereka adalah profesor di
bidang ini tapi tak mengerti apa-apa mengenai kondisi psikologis anak.
4. Biopsikologi
Cabang ini mempelajari bagaimana otak mengontrol perilaku. Misalnya,
jika ada seseorang yang kurang mampu memusatkan fokusnya, maka mungkin
ada yang salah dengan syaraf, neurotransmiter atau komposisi kimia di
otakmu. Jika kesalahan ini diperbaiki dengan obat atau operasi, maka
gangguan psikologismu akan tersembuhkan. Ahli di bidang ini biasanya
bekerja di laboratorium atau di rumah sakit. Bagi kamu yang butuh
konseling biasa, tidak perlu menghubungi mereka.
5. Psikologi Kognitif
Ahli psikologi kognitif adalah mereka yang tertarik pada proses
berpikir manusia. Mereka mempelajari bagaimana memori itu dibentuk,
bagaimana motivasi membuat manusia melakukan sesuatu, proses manusia
memecahkan masalah (
problem solving), membuat keputusan (
decision making),
dan lain-lain. Jika kamu perlu untuk “curhat” tentang gangguan kejiwaan
keluargamu, ahli psikologi di bidang ini mungkin tidak akan terlalu
tepat, karena mereka lebih memiliki kemampuan untuk melihat proses
psikologis yang lebih sempit.
6. Psikologi Komparatif
Psikologi Komparatif membandingkan antara perilaku yang ada di
manusia dengan perilaku yang terdapat pada binatang lain yang memiliki
otak. Hal ini dipelajari karena dalam beberapa hal, sistem kerja otak
dan binatang cukup mirip. Misalnya, dalam bagaimana sebuah kelompok
memilih pemimpin, bagaimana kelompok menghukum anggotanya yang melanggar
peraturan, bagaimana cara individu mengatasi ketakutan, dan lain-lain.
Karena subjek utama yang diteliti ahli psikologi di bidang ini adalah
binatang, maka curhat dengan mereka akan membuahkan penjelasan yang
lebih primitif atau kembali ke akar evolusi. Misalnya, jika ada anak
yang takut akan gelap, mereka akan menjelaskan bahwa ketakutan ini
adalah warisan dari nenek moyang kita yang masih hidup di alam liar,
sehingga akan terancam keamanannya oleh hewan karnivora di tempat gelap.
7. Psikologi Cross-cultural (lintas-budaya)
Cabang ini membandingkan antara struktur psikologis manusia dari
beberapa budaya yang berbeda. Misalnya, perbandingan motivasi
berprestasi dari orang Indonesia yang memiliki budaya kolektif dengan
motivasi berprestasi orang Singapura yang lebih individualistis.
Psikolog yang mendalami studi lintas-budaya biasanya tidak terlalu
menajamkan kemampuan memberi terapi, tapi lebih ke kemampuan pengukuran
psikologi.
8. Psikologi Perkembangan
Ahli di cabang ini adalah pilihan yang tepat untuk gangguan
psikologis yang berhubungan dengan perkembangan (pertumbuhan) manusia,
seperti yang dijabarkan di awal artikel ini. Mereka mempelajari
kematangan perkembangan pikiran manusia di masa muda, serta penurunan
kualitas pikiran di masa tua. Mereka biasanya lebih sensitif dengan
anomali (penyimpangan) yang sebenarnya normal, yang merupakan bagian
dari perkembangan.
9. Psikologi Behavioral
Cabang dari psikologi ini mempelajari cara membentuk suatu perilaku
dengan proses pengkondisian. Misalnya, agar anak selalu rajin belajar,
anak harus diberikan hadiah (
positive reinforcement) setelah
dia belajar. Praktisi dari cabang psikologi ini bisa menjadi konselor di
lembaga psikologi (memberi terapi), pendamping guru di sekolah, atau
bekerja di bidang yang lebih luas seperti membuat peraturan di suatu
lingkungan (lengkap dengan konsekuensinya). Konsultasi dengan ahli di
bidang ini akan menghasilkan sebuah sistem
reward-punishment
dalam menyelesaikan masalahmu. Psikologi behavioral merupakan cabang
yang sudah mulai menurun pemakaiannya, meskipun masih dapat dipakai
dalam beberapa kasus
10. Psikologi Eksperimental
Psikolog eksperimental adalah mereka yang bekerja di laboratorium
(baik laboratorium di ruangan mau pun laboratorium terbuka yang berada
di masyarakat) untuk membuktikan hal-hal yang mempengaruhi kondisi
psikologi seseorang. Misalnya, dengan bekerja sama dengan ahli Psikologi
Pendidikan, mereka mencari tahu efek suara bising dengan kemampuan
seorang murid untuk menyerap materi pelajaran. Ahli psikologi di cabang
ini lebih mampu untuk melihat pola di masyarakat secara general (sebagai
kelompok) dibandingkan memberikan terapi untuk orang-per-orang.
11. Psikologi Forensik
Psikologi Forensik berhubungan dengan bidang hukum. Pekerjaan mereka
adalah memberikan kesaksian ahli di persidangan, mewawancara anak yang
dicurigai menjadi korban abuse, membantu anak menyiapkan diri untuk
memberi kesaksian, dan mengukur kondisi mental terdakwa.
12. Psikologi Kesehatan
Cabang ini mempelajari tentang cara untuk menjaga kesehatan dan
menghadapi masa sakit. Mereka memiliki kompetensi untuk menasihati
pasien, keluarga pasien atau bahkan orang yang masih sehat tentang cara
untuk mempertahankan kondisi tubuh agar tetap sehat. Tentu sebaiknya
kita hanya pergi berkonsultasi ke mereka jika memiliki masalah
psikologis yang mempengaruhi kesehatan fisik seseorang.
13. Psikologi Kepribadian

Setiap
orang itu unik, dan cabang psikologi ini mencoba memetakan
kepribadian-kepribadian yang ada di dunia. Misalnya, dengan alat ukur
yang sudah distandarkan, ahli di cabang ini bisa mengetahui apakah kamu
seorang ekstrovert atau introvert, serta berdasarkan temuan ini
mengetahui bagaimana cara terbaik untukmu mendapatkan energi tambahan.
Serta dengan alat ukur lain, bisa diketahui apakah kamu seorang pemikir (
thinking) atau orang yang mengandalkan intuisi (
feeling),
dan pekerjaan apa yang cocok untuk dirimu. Ahli di bidang ini cukup
baik untuk menjadi tempat konsultasi mengenai bakatmu dan pekerjaan
seperti apa yang cocok denganmu.
14. Psikologi Sosial
Cabang Psikologi Sosial tertarik dengan perilaku sosial manusia
(interaksi antara satu manusia dengan manusia lain): komunikasi
nonverbal, rasisme, perilaku sebuah kelompok, interaksi sosial, dan
lain-lain. Ahli di cabang ini biasanya lebih mampu mengatasi masalah
psikologi kemasyarakatan daripada individu.
15. Psikologi Positif
Cabang ini adalah yang paling muda diantara yang lain. Pendekatan
yang diambil adalah menguatkan nilai atau ciri positif yang dimiliki
seseorang, sehingga dia dapat meraih kematangan dan kesuksesan yang
optimal dalam hidupnya. Cabang psikologi positif ini melihat manusia
sebagai mahluk yang dari sananya (ketika dilahirkan) sudah memiliki
nilai positif. Ahli di bidang ini dapat menjadi konselor yang cukup
baik, walau pun sebaiknya tidak menangani keluhan abnormalitas pada
kejiwaan.
Bagaimanakah cara untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki ahli
psikologi yang akan kamu datangi untuk konsultasi? Cara termudah adalah
dengan melihat titel yang dimilikinya, orang yang memiliki titel sebagai
psikolog (Psi.) adalah mereka yang dididik khusus untuk menjadi
terapis. Cara lain adalah dengan menghubungi tempat prakteknya langsung
dan menanyakan pendidikan spesialisasi yang telah dia tempuh. Tetapi
jika kamu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, kamu bisa melakukan
googling dari namanya pun sudah cukup. Kamu bisa mengecek di mana ia
menyelesaikan study-nya, dan apakah pendidikannya tersebut sesuai dengan
permasalahan yang kamu atau keluargamu hadapi.
Jadi, selamat melakukan proses pencarian untuk menemukan ahli psikologi yang tepat bagi dirimu atau keluarga.
Daftar Pustaka:
Cherry, Kendra. (2012).
Branches of Psychology. Diambil 2012, Maret 29 dari
http://psychology.about.com/od/branchesofpsycholog1/tp/branches-of-psychology.htm
Halida, Aril. (2009).
Psikolog… Sahabat Sejati Dalam Suka & Duka. Diambil 2012, Maret 29 dari
http://www.yarsi.ac.id/web-directory/kolom-dosen/73-fakultas-psikologi/146-psikologsahabat-sejati-dalam-suka-a-duka.html
Wortman, C., Loftus, E., & Weaver, C. (1999).
Psychology. New York: McGraw-Hill College.